MARAKNYA PENGGUNAAN ‘BAHASA GAUL’
Oleh: Tola’is*
![]() |
| meonk |
dari pertanyaan “apa itu bahasa?” sampaidengan “dari mana asal bahasa itu?”.
Penelitian
tentang bahasa sangat menarik untuk didalami karena sifatnya yang arbriter
(suka sama suka).
Bahasa digunakan oleh semua golongan, baik dari yang muda hingga yang tua. Namun dalam bahasa tertentu penggunaan bahasa disesuaikan dengan konteks dan lawan bicara. Misalkan dalam bahasa Madura ada istilah “ondhagga basa”, yang dimaksud dengan ondhagga basa ini adalah penggunaan bahasa yang digunakan sesuai dengan usia. Selain itu, masih banyak bahasa yang tidak bisa dijelaskan semua.
Bahasa digunakan oleh semua golongan, baik dari yang muda hingga yang tua. Namun dalam bahasa tertentu penggunaan bahasa disesuaikan dengan konteks dan lawan bicara. Misalkan dalam bahasa Madura ada istilah “ondhagga basa”, yang dimaksud dengan ondhagga basa ini adalah penggunaan bahasa yang digunakan sesuai dengan usia. Selain itu, masih banyak bahasa yang tidak bisa dijelaskan semua.
Berbicara
tentang bahasa gaul, bahasa ini sebenarnya sudah ada sejak zaman dahulu. Bahasa
gaul ini memiliki ciri khasnya sendiri tergantung pada pelaku bahasa. Dan juga
bahasa gaul mengikuti perkembangan zaman, setiap zaman tentu memiliki ciri
tersendiri.
Kalangan
remaja adalah pengguna terbanyak bahasa gaul ini, karena dengan menggunakan bahasa
gaul remaja menilai akan mudah diterima oleh kalangan mereka sendiri. Bahasa
gaul ini memang lebih mudah digunakan oleh penggunanya namun terkadang ada bahasa
yang sulit dipahami oleh orang awam.
Penggunaan
bahasa gaul tidak hanya diucapkan, tetapi diikuti dengan ekspresi wajah yang
tidak biasa. Hal ini yang membuat bahasa gaul menjadi unik dan layak untuk
diteliti lebih jauh lagi.
Bahasa
gaul secara tidak langsung sebenarnya membuat bahasa ragam baku menjadi
terkikis. Karena banyak dari kalangan pengguna bahasa gaul yang terbiasa
menggunakannya hingga mempengaruhi kualitas tulisan dan bahasa dari pengguna
bahasa tersebut. Ketika pengguna bahasa gaul dihadapkan dengan konteks resmi
mereka kesulitan menyesuaikannya karena sudah terbiasa. Kejadian ini sangat
merugikan terhadap kualitas bahasa Indonesia ragam baku.
Secara
umum bahasa gaul ini bergantung pada si penuturnya, bisa berdampak positif tapi
juga bisa berdampak negatif. Konteks penggunaan bahasa perlu diperhatikan,
karena jika kita salah menggunakan bahasa maka dampaknya tentu pada kita
sendiri. Penilaian orang akan cenderung baik jika bahasa yang digunakan kita
baik namun sebaliknya, jika bahasa yang diguakannya tidak baik maka penilaian
orang tentu akan negatif.
“Berbuatlah lebih bijak
pada bahasa yang kita gunakan, karena bahasa bisa membunuh kita”
Tola’is lahir di Gapura tepatnya di Desa Banjar Barat. Masih
aktif sebagai mahasiswa STKIP PGRI
Sumenep Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia.

No comments:
Post a Comment