KEPEMIMPINAN
A.
Pengertian
Oleh : Tolais
Oleh : Tolais
Kepemimpinan
adalah unsur yang tidak bisa dihindari dalam hidup ini. Sudah merupakan fitrah
manusia untuk selalu membentuk sebuah komunitas. Dan dalam sebuah komunitas
selalu dibutuhkan seorang pemimpin.
Pemimpin adalah orang yang dijadikan rujukan ketika komunitas tersebut. Pemimpin adalah
orang yang memberikan visi dan tujuan. Dalam suatu kelompok katakanlah organisasi, bila tidak mempunyai tujuan sama saja dengan membubarkan organsasi tersebut. Hal terebut bahkan berlangsung sampai kedalam tataran Negara. Dan hanya pemimpinlah yang mampu mengatur dan mengarahkan semua itu. Dan sejarah teori kepemimpinan menjelaskan bahwa kepemimpinan yang dicontohkan islam adalah model terbaik. Model kepemimpina yang disebut sebagai Prophetic leadership yang contoh nyatanya adalah orang teragung sepanjang sejarah kemanusiaan yaitu Rasullullah SAW.
Pemimpin adalah orang yang dijadikan rujukan ketika komunitas tersebut. Pemimpin adalah
orang yang memberikan visi dan tujuan. Dalam suatu kelompok katakanlah organisasi, bila tidak mempunyai tujuan sama saja dengan membubarkan organsasi tersebut. Hal terebut bahkan berlangsung sampai kedalam tataran Negara. Dan hanya pemimpinlah yang mampu mengatur dan mengarahkan semua itu. Dan sejarah teori kepemimpinan menjelaskan bahwa kepemimpinan yang dicontohkan islam adalah model terbaik. Model kepemimpina yang disebut sebagai Prophetic leadership yang contoh nyatanya adalah orang teragung sepanjang sejarah kemanusiaan yaitu Rasullullah SAW.
Bila
kita cermati kehidupan Rasulullah kita akan menemukan banyak sekali
keistimewaan dan pelajaran yang seakan-akan tidak pernah habis. Dalam hal
kepemimpinan lihatlah bagaimana Rasullah membangun kepercayaan dan kehormatan
dari kaumnya. Sebelum menjadi nabi, Rasullullah sudah mempunyai gelar al-amin
yang artinya dapat dipercaya. Sebuah gelar yang tidak bisa dikatakan biasa
karena menununjukkan kredibilitas beliau di mata kaumnya. Kemudian lihatlah
bagaimana daya kepemimpinan beliau ketika menyelesaikan kasus pengembalian
Hajar Aswad ke dalam ka’bah setelah direnovasi karena banjir. Semua orang
bergembira karena beliaulah yang terpilih menjadi hakim pada perkara tersebut.
Dan cara penyelesaiannya pun sungguh cerdas dan menyenangkan semua pihak.
Setelah
menjadi pemimpin tertinggi Negara Islam madinah pun Rasullullah tetap
menunjukkan daya kepemimpinan yang luar biasa. Berkali-kali beliau memimpin
sendiri pasukan perang untuk menghadapi orang-orang kafir, menyelesaikan
masalah-masalah yang terjadi di tubuh umat yang semakin kompleks, menjadi
pemimpin bagi beragam suku arab dan agama yang ada di madinah kala itu. Namun,
di tengah-tengah kesibukannya dalam mengurus Struktural / Jamaah, beliau masih
sempat mencandai istri, bahkan menjahit sendiri terompahnya yang putus dan
gamisnya yang robek. Dan semua kualitas tersebut menjadikan Rasullullah sebagai
pemimpin terhebat sepanjang sejarah.
Dalam
waktu singkat, 23 tahun kurang lebih, risalahnya telah menembus batas-batas
akal manusia. Barisan-barisan inti yang kokoh siap melanjutkan risalah yang
dibawanya. Pengikut ajarannya pun semakin bertambah banyak. Dalam waktu sekejap
sejarah mencatat bahwa ajaran islam yang dibawanya telah meluas dari jazirah
kecil tak ternama menjadi sepertiga dunia yang makmur dan digdaya. Bagaimana
Rasulullah menjadi dapat menjadi pemimpin yang demikian hebatnya? Jawabannya
hanya satu, karena Rasulullah memimpin dengan kekuatan spiritualitasnya, bukan
karena posisi, jabatan, atau sesuatu yang dibeli dengan uang dan kekuasaan.
Yang ditaklukan oleh Rasulullah bukan posisi atau jabatan tetapi hati para
pengikutnya.
Hal
ini terlihat pada sirah ketika Rasulullah akan berangkat menunaikan ibadah haji
ke mekkah setelah perang khandaq. Jawaban Abu Bakar yang kasar ketika Urwah bin
Mas’ud bermaksud membuat ragu Rasulullah terkait kesetiaan umat islam.
Bagaimana mungkin Abu bakar yang sedemikian lembut mampu berkata “Isaplah batu
berhalamu, si Latta, apakah kau kira kami akan berlari meninggalkan ia?”, atau
ketika al-Mughirah bin Syubhah berkata dengan lantang sambil menghunuskan
pedang “jauhkan tanganmu dari jenggot Rasulullah sebelum kutebas tangan itu”.
Kepemimpinan model apakah ini, sehinga mampu menghasilkan pengikut yang
sedemikian rupa? Sekali lagi, Rasulullah menaklukan hati para sahabatnya bukan
membeli apalagi meminta jabatan kepemimpinan tersebut. Inilah contoh konkret
dari penerapan Prophetic leader dalam sejarah umat manusia.
B. Macam-Macam
Gaya Kepemimpinan
- Gaya Kepemimpinan Otoriter / Authoritarian
Adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan
kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Segala pembagian
tugas dan tanggung jawab dipegang oleh si pemimpin yang otoriter tersebut,
sedangkan para bawahan hanya melaksanakan tugas yang telah diberikan.
- Gaya Kepemimpinan Demokratis / Democratic
Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya pemimpin yang
memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan
selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam gaya
kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas
serta tanggung jawab para bawahannya.
- Gaya Kepemimpinan Bebas / Laissez Faire
Pemimpin jenis ini hanya terlibat delam kuantitas yang
kecil di mana para bawahannya yang secara aktif menentukan tujuan dan
penyelesaian masalah yang dihadapi.
C. Ciri-ciri Pemimpin Ideal
1.
Memberikan
komitmennya, waktu untuk membangun perusahaan ataupun timnya
2.
Keinginan untuk
mendukung anggotanya. Mendukung dengan memberikan motivasi agaranggotanya
memiliki antusiasme dan semangat yang positif. Juga memberikan contoh sosok
pemimpin yang baik
3.
Antusiasme,
energi, inspirasi dan kemampuan yang memadai.
4.
Kerelaan untuk
memikul tanggung jawab dan bukan melemparkannya.
5.
Kemampuan untuk
membuat tim bersatu untuk membuat pencapaian lebih dari sekedar yang dilakukan
oleh sekelompok individu
Seorang
Pemimpin yang ideal harus memiliki karakter agar mudah di kenali oleh
masyarakat dan atau bawahannya, dan karakter tersebut adalah sebagai berikut :
a.
Pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang cerdas
Kecerdasan adalah
titik tentu yang idealnya harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Kecerdasan
merupakan point utama yang menentukan seberapa baik langkah yang diambil oleh
seorang pemimpin jika dihadapkan oleh suatu masalah kelompok. Pemimpin ideal
adalah pemimpin yang cerdas dalam membawa diri yang didukung dengan keunggulan
berfikir dan peka terhadap hal-hal sekitar. Dalam menjalankan tugasnya, seorang
pemimpin yang ideal akan mampu berfikir luwes dan memiliki ide-ide segar untuk
keberlangsungan kepentingan kelompoknya.
b.
Pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang berinisiatif
Tidak hanya cerdas, pemimpin
yang ideal adalah pemimpin yang berani berinisiatif jika dihadapkan dengan
suatu masalah. Inisiatif diri jelas dibutuhkan oleh seorang pemimpin demi
terciptanya solusi yang bersifat nyata dan menjanjikan. Pemimpin yang
berinisiatif adalah pemimpin yang mampu menggerakkan dirinya sendiri terlebih
dahulu untuk memulai segala sesuatunya tanpa adanya paksaan. Dengan sifat
inisiatif yang ada dalam diri pemimpin, kekuatan diri dari tiap anggota untuk
menjalankan misi kelompok pun akan terjamin dengan baik.
c.
Pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang bertanggung jawab
Bertanggung jawab berarti berani
untuk menanggung efek dari segala keputusan yang timbul akibat tindakan yang
telah dilaksanakan. Selain cerdas dan berinisatif, seorang pemimpin yang ideal
tentunya perlu memiliki sifat bertanggung jawab. Pengambilan keputusan terhadap
cara kerja dan pelaksanaan misi suatu kelompok tentunya diputuskan dengan tidak
tergesa-gesa. Pemimpin yang bertanggung jawab adalah pemimpin yang tetap teguh
dan dan mampu berfikir taktis untuk menerima segala resiko yang timbul dari
keputusan yang diambil.
d.
Pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang dapat dipercaya
Karakter yang
satu ini tentunya timbul dari seberapa berhasilnya seorang pemimpin dalam
menggerakkan anggotanya dan bijak dalam mengambil keputusan. Pemimpin
ideal adalah pemimpin yang tanpa perlu berfikir ulang, anggotanya
akan dengan kesungguhan hati mampu mempercayai pemimpin tersebut untuk
mengambil keputusan. Pemimpin yang dapat dipercaya adalah pemimpin yang mampu
mendamaikan hati semua anggota. Dengan pemimpin yang dapat dipercaya, setiap
anggota akan merasa lebih terpacu untuk menyatukan hati dan menciptakan
keseragaman kelompok demi terciptanya keutuhan.
e.
Pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang jujur
Kejujuran dalam diri seseorang
tentunya menjadi point khas yang harus dimiliki oleh seorang manusia, terutama
oleh seorang pemimpin. Pemimpin yang
jujur menjanjikan keterbukaan dan keluwesan dalam memberikan segala
informasi yang mencakup kepentingan kelompok. Kejujuran yang ada dalam diri
seorang pemimpin akan menjadi ciri khas tersendiri yang mampu diandalkan oleh
anggota. Pemimpin ideal dengan tingkat kejujuran tinggi akan mendapatkan
kepercayaan yang luas dari kelompoknya.
D. Faktor yang
mempengaruhi gaya kepemimpinan
1.
Kepribadian
(personality), pengalaman masa lalu dan harapan pemimpin, hal ini mencakup
nilai-nilai, latar belakang dan pengalamannya akan mempengaruhi
pilihan akan gaya kepemimpinan.
2.
Harapan dan
perilaku atasan.
3.
Karakteristik,
harapan dan perilaku bawahan mempengaruhi terhadap apa gaya kepemimpinan.
4.
Kebutuhan
tugas, setiap tugas bawahan juga akan mempengaruhi gaya pemimpin.
5.
Iklim dan
kebijakan organisasi mempengaruhi harapan dan perilaku bawahan.
6.
Harapan dan
perilaku rekan.
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi baik
berupa pesan,
ide gagasan,
dari satu pihak ke pihak yang lain baik berupa lisan maupun tulisan.
D.
Tugas Pemimpin
Pada prinsipnya menurut Islam setiap
orang adalah pemimpin. Ini sejalan dengan fungsi dan peran manusia di muka bumi
sebagai khalifahtullah, yang diberi tugas untuk senantiasa mengabdi dan beribadah
kepada-Nya
"Kami telah
menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan
perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebajikan,
mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu
menyembah". (Al-Anbiya’: 73)
E.
Penutup
Kepemimpinan dapat diartikan sebagai
kemampuan untuk mengarahkan pengikut-pengikutnya untuk bekerja sama dengan
kepercayaan serta tekun mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh pimpinan
mereka. Kepemimpinan dapat juga
di artikan sebagai kemampuan seseorang mempengaruhi dan
memotivasi orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama.
Dalam kehidupan
sehari – hari, baik di lingkungan keluarga, organisasi, perusahaan sampai
dengan pemerintahan sering kita dengar sebutan pemimpin, kepemimpinan serta
kekuasaan. Ketiga kata tersebut memang memiliki hubungan yang berkaitan satu
dengan lainnya.
Pemimpin berarti orang yang
melaksanakan kepemimpinan tersebut. Seorang pemimpin harus mengerti tentang teori kepemimpinan agar nantinya
mempunyai referensi dalam menjalankan sebuah organisasi.
Gaya Kepemimpinan yang diterapkan tentu berbeda-beda seperti gaya yang
otoriter,demokratis dan lain-lain. Pemimpin
bukan sekedar gelar atau jabatan yang diberikan dari luar melainkan sesuatu
yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang.

No comments:
Post a Comment