Cerpen

Buat Gadis Yang Berkerudung Biru Toska
Oleh : Tolais Meonk
Gumpalan awan yang begitu tebal, ku sudahi air mata karena kekecewaan yang dititipkan oleh seseorang yang telah menyakiti hatiku yang selama ini dan ia sekarang telah mejadi milik orang yang akan menjadi pendamping hidupnya untuk selamanya dan ia lebih memilih seseorang yang baru ia kenal dibanding aku yang sudah hampir 2 tahun bersamanya, Air mata adalah satu-satunya cara bagaimana mata berbicara ketika bibir tak mampu
menjelaskan apa yang telah terjadi dalam kebersamaanku.
waktu telah menunjukkan jam 10.30 WIB, dan hari itu bertepatan pada hari kamis tanggal 05 Mei 2016. Lagu itu terdengar semakin jelas dan indah yang
aku setel dengan keheningan di ruangan itu untuk membuang ingatan yang selalu menghantuiku yang selalu ingat padanya. ketika ku merenung diantara sengitnya panasnya sang surya ku melihat sesosok bidadari manis yang aku rasa itu adalah seseorang yang pernah ada dalam kehidupanku yang ingin menjelma kembali untuk merajut kebersamaan lagi seperti dahulu kala yang selalu bersama. tapi...! ternyata bukan.... mungkin yang selama ini aku harapkan untuk kembali dan menagih ikrar janji kesetiaan yang kita untai saat bersamanya. andai dirimu tahu aku masih menyimpan kesetiaan itu, selama ini sejak ku tahu tentangmu aku memang tak pernah memberikan kesetiaanku kepadamu karena ku tahu bila ku tunjukkan kepadamu akan sia-sia dan membuatmu takkan percaya lagi denganku.Bagai angin berhembus tanpa hasrat. Kini hanya tinggal kenangan, tiba-tiba seseorang yang hadir di depanku dan aku rasa itu adalah kamu.??? tapi aku merasa bukan, tapi itu adalah sesosok gadis cantik yang aku tahu sebelumnya dengan gadis itu karena dia selalu datang ke tampat kerjaku untuk ngeprint tugasnya dan ia memang adalah salah satu langgananku.
 " huu panasnya" ucapnya sambil menatap cahaya panas di luar sana.
 " mana gak da panas, yang panas tuh yang di luar sana" aku coba menghiburnya biar tidak merasa capek sesekali aku menatap keelokan wajah yang ia miliki.
" yah....!!! mas flasdisnya lupa ada di tas yang satunya" ia megeluh saat melihat flasdisnya tak ada dalam tasnya,
"trus gimana tuh gak jadi deh, emang kamu dimana rumahnya? ku bertanya padanya
"jauh mas" ia memberi tahu alamat rumahnya
"emang kamu berangkat dari rumahnya tah" ku bertanya dengan hati yang tulus.
"hmmm tidak mas aku tadi ada acara terus sambil lalu mampir kesini" ia coba menjelaskaan kepadaku dan sesekali ia menyeruh kepanasan.
"owh, begitu ceritanya tak kirain hanya untuk ngeprint ja kesini" pandanganku terarah padanya.
"iya, mas.....!!! aku mampir duduk ya mas soalnya panas nie" ia merasa kecapean dan menundukkan kepalanya di atas etalase itu.
"owh, iya silahkan" aku mengijinkannya, dan sambil aku duduk dibawah dan merenungi akan kecantikan yang ia miliki.
tiba-tiba seorang pria datang meghampirinya dan aku hentak terbagun dari dudukku seraya bertanya,
"mas mau ngeprint tah?" aku bertanya sambil lalu aku melirik gadis itu.
"owh, tidak mas aku hanya ada perlunya sama temennku ini" ia menunjuk kepada gadis itu.
" oww.....!!! begitu," ujarku.
dan kembali aku duduk dan melanjutkan pekerjaanku. aku dengar pembicaraannya sangat akrab dengan gadis itu. pada saat itu aku percaya ia bukan siapa-siapanya dia.
ku coba mendengarkan lagu yang agak romantis aku tatap dia dari belakang dan ia masih menatap panas yang ada di depan itu. tiba-tiba......
"mas makasih ya....!!!!" ia ijin tuk pulang
"owh yaaa......" ucapku
jam 12.00 ia pergi tak tau kemana arah jalan yang akan ia tapaki, namun aku coba melihatnya ia langsung pulang. dan pada saat itulah aku ku jatuh cinta dan  merasa senang dan dan seakan-akan perasaan ini berkata itulah jodohmu.

diri ini. aku tak tahu apa yang ia lakukan dengan  perasaan ini sehingga pada akhirnya aku tak mampu membuang sebuah kenangan manis saat bersamanya. aku tau ternyata dirimu bukanlah seseorang yang akan membahagiakanku. bimbang hatiku yang selalu sakiti aku, aku berharap kau tak datang lagi kepadaku jika ingin membuat luka di hatiku dan merasa kaulah yan paling benar sehingga kau melukaiku kembali sesuka hatimu dan kau memperlakukanku sebagai patung yang tak berharga.

No comments:

Post a Comment